Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2010

Santriloka Perguruan Perusak Islam

Di sebuah padepokan di kelurahan Kranggan gang 5, Mojokerto, Jawa Timur, Ahmad Naf’an, kiai perguruan Santriloka berkomentar mengenai kitab suci umat Islam. Entah bersumber darimana atau dari siapa, tidak jelas. Tapi dia berani menilai al-Qur’an mengandung dualisme: benar sekaligus salah.

Surat al-Kafirun misalnya, dia nilai sesat, karena surat itu, “Bukan kalam Allah tapi suara orang Arab," katanya pada Rabu (28/10). Baginya surat yang berarti orang-orang kafir ini menyerukan perpecahan, bukan persatuan. "Bagaimana, kok bisa Tuhan Allah mengecam dan menyuruh orang agar memusuhi orang yang dianggap kafir," jelas Aan.

Bahasa al-Qur’an pun dia anggap salah. Al Qur’an asli bukan berbahasa Arab, melainkan bahasa Kawi, bahasa Sansekerta dan bahasa Jawa Kuno. Al Qur’an berbahasa Arab dia nilai sebagai buatan orang Arab untuk menjajah Bangsa Indonesia, merusak Majapahit, Jawa dan Pancasila.

Siapakah yang bertanggungjawab terhadap kesalahan al Qur’an ini? “Apa nabi mau tanggungjawab,” tambah Aan yang seakan menantang Rasulullah, sang penerima wahyu Allah, sambil menunjuk al Qur’an yang ada di depan kakinya.

Tidak puas melecehkan al Qur’an, Gus Aan – begitu sapaannya –menggujat rukun Islam kelima, ibadah haji. Bukan sekedar menghapus kewajiban ibadah ini, dia dengan tegas-tegas meragukan melaksanakan ibadah ini sebagai perintah Allah. "Siapa yang menyuruh ke Makkah. Dulu banyak orang mati di Terowongan Mina. Begini kok katanya perintah Allah," kata Gus Aan berapi-api.

Dalam pandangannya, ibadah haji yang sesungguhnya tidak harus pergi ke Makkah dan sekitarnya. "Sudah dikatakan, kalau Allah itu dekat seperti urat nadi, kenapa umat Islam mengitari batu, dan mau dibodohi orang Arab," kata Gus Aan menambahkan.

Mengetahui komentar-komentar sesat Aan, Majelis Ulama Indonesia wilayah Jawa Timur tidak tinggal diam. Beberapa waktu sebelum Aan berceloteh seperti tadi, MUI sudah meminta bantuan polisi melacak keberadaan pengajian Ilmu Kalam Santriloka.

Sejak malam hari setelah Aan berkomentar tadi, padepokan tempat Aan menyebarkan ajaran aliran Santriloka tidak lagi dinyatakan sebagai Padepokan Santriloka. Atribut-atribut aliran ini pun disita.

Pagi dini hari sehari setelah berkomentar, Aan dibawa ke kantor Kepolisian Resort Kota Mojokerto, Jawa Timur. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi tindakan anarkis warga terhadap kelompok tersebut.

Setelah tujuh hari menginap di Mapolresta Mojokerto status pemimpin aliran Ilmu Kalam Santriloka, Mbah Aan berubah. Polisi menetapkan Mbah Aan sebagai tersangka pada sore 5 November lalu. Penetapan Mbah Aan itu dilakukan setelah polisi yakin bahwa Aan telah melakukan penodaan agama. Polisi mendapatkan bukti berupa VCD dan buku ajaran Santriloka yang dibuat Aan.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP I Gede Suartika mengungkapkan, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan tindaklanjut atas laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto atas nama Wahib Wahab.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan dari beberapa saksi, polisi yakin jika Aan telah melakukan penodaan terhadap agama, khususnya Islam. "Kami sudah memiliki bukti dan keterangan saksi yang meyakinkan," ungkap Suartika.

Penetapan tersangka juga berdasarkan pertimbangan surat dari Badan Koordinasi pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Mojokerto yang menyatakan jika ajaran Santriloka sesat. “Tersangka kami tahan di Mapolresta Mojokerto. Dan kasus ini akan kita tuntaskan," tukasnya.

Polisi menjerat Mbah Aan dengan pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan terhadap suatu agama. Dengan hukuman selama-lamanya lima tahun penjara.

Harus Dibubarkan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dengan tegas menyatakan perguruan ini jelas sesat dan harus dibubarkan. Menurut penuturan ketua MUI Jatim, KH Abdushomad Buckhori, ajaran perguruan Santriloka jelas sesat karena bertentangan dengan Islam.

Harus dibubarkan karena melakukan penodaan agama. Jika pimpinan dan santri perguruan itu mengaku Islam harus diajak bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Atas kasus tersebut MUI Jatim akan melakukan tindakan sesuai standar untuk menghentikan ajaran yang keliru dan sudah banyak terjadi di Indonesia. Misalnya, menggunakan UU No 1 tahun 60 tentang Pranata Agama.

Pimpinan atau bupati diminta untuk melakukan tindakan persuasif, atau dengan ruju’ ilal haq. "Ada standar prosedur untuk melakukanya," ungkap Abdushomad.

MUI Pusat juga menyatakan bahwa ajaran Perguruan Santriloka menyimpang dan sesat. Pernyataan MUI ini didasarkan pada penjelasan yang diberikan pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Aan. "Itu menyimpang dan pasti sesat," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin.

Sehari setelah penangkapan Aan, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Jatim, Rachman Aziz, di Surabaya, Jumat, mengatakan, "Dari informasi yang kami dapatkan, ajaran tersebut menyimpang dari 10 pedoman pokok yang disepakati MUI seluruh Indonesia," katanya.

Dalam 10 pedoman pokok yang menjadi acuan MUI itu menyebutkan, ajaran Islam dinyatakan sesat, bila tidak percaya pada salah satu Rukun Iman dan Rukun Islam, tidak percaya pada Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir, mempercayai adanya kitab terakhir selain al Qur’an, dan menghina nabi.

"Paham Santriloka jelas sesat karena tidak mempercayai Nabi Muhammad saw sebagai nabi yang terakhir," katanya. Selain itu, Santriloka juga meyakini adanya nabi terakhir setelah Nabi Muhammad SAW, yakni Siti Jenar dan Maulana Malik Ibrahim.

Selain itu, syarat masuk Islam tidak harus dengan bersyahadat, namun cukup dengan menggunakan bunga tertentu. Santriloka juga tidak mewajibkan pengikutnya berpuasa pada bulan kesembilan tahun Hijriah, namun dapat diganti pada tanggal 1-9 bulan pertama Hirjiah. Aliran dengan 700 pengikut ini juga tidak mewajibkan shalat lima waktu karena cukup diganti dengan kontak batin.

Sementara itu, Jamiyyah Ahlit-Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah atau perkumpulan tarekat NU cabang Mojokerto menilai Perguruan Santriloka yang aktif menggelar pengajian setiap malam Jumat Legi ini telah jauh melenceng dari ajaran Islam. Mereka mendesak pemerintah segera menutup dan membubarkan pengajian tersebut.

"Jelas sekali kalau melihat dari VCD yang ada, pengajian Santriloka jauh melenceng dari ajaran Islam dan sudah sesat," ungkap Ketua Umum Jamiyyah Ahlit-Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah Mojokerto, KH Fakih Utsman, seperti dilansir NU Online.

Kesesatan paham Santriloka juga ditegaskan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Menurut Muhammadiyah kalau pernyataan itu bukan dari orang Islam, tidak masalah. Tapi jika dari orang yang mengaku Islam, itu artinya bukan cara-cara Islam. Karena pegangan umat Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits.

"Dengan cara lain dan tidak mengikuti sunnah rasul berarti bukan cara Islam. Islam tidak mengajarkan begitu," tandas Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Nadjib Hamid.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, menyatakan, aliran yang dikembangkan oleh Aan itu di luar syariat Islam sehingga sangat menyesatkan. "Ini sungguh menyesatkan. Tetapi kami mengimbau supaya pengikutnya disadarkan dengan cara-cara yang persuasif. Tidak perlu dengan kekerasan."

Dari : Sabili

Apakah Dajjal Masih Hidup ??..

APAKAH DAJJAL MASIH HIDUP ?


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA


Apakah Dajjal itu sudah ada pada zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam? Sebelum menjawab kedua pertanyaan di atas, terlebih dahulu kita harus mengetahui keadaan Ibnu Shayyad, apakah dia itu Dajjal atau bukan?

Kalau Dajjal itu bukan Ibnu Shayyad, maka apakah dia telah ada sebelum ke-munculannya dengan membawa fitnah?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, marilah kita mengenal Ibnu Shayyad terlebih dahulu.

IBNU SHAYYAD
Namanya: Shafi, dan ada yang mengatakan Abdullah bin Shayyad atau Shaid. la berasal dari kalangan Yahudi Madinah, ada yang mengatakan dari kalangan Anshar, dan dia masih kecil ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah.

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa dia adalah Aslam, dan anaknya, "Amaroh, salah seorang pemuka tabi'in. Imam Malik dan lain-lainnya meriwayatkan hadits darinya. [An-Nihaya Fil Fitan 1: 128 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini].

Adz-Dzahabi mengemukakan biodatanya dalam kitab beliau Asmaush-Shaha-bah. Beliau berkata, "Abdullah bin Shayyad dicatat oleh Ibnu Syahin [1] Beliau berkata, "Dia adalah Ibnu Shaaid. Ayahnya seorang Yahudi, lalu Abdullah dilahirkan dalam keadaan buta sebelah matanya dan sudah berkhitan. Dialah yang dikatakan orang sebagai Dajjal, lalu dia masuk Islam. Dan dia adalah orang tabi'i [2] [Tajridu Asmaish-Shahabah 1:319 nomor 3366 karya Al- Hafizh Adz-Dzahabi, terbitan Darul Ma'rifah. Beirut"]

Perkataan Adz-Dzahabi itu kemudian di kutip pula oleh Al-Hafizh Ibnu beliau berkata. "Dia adalah orang yang punya putera "Amaroh bin Abdullah bin Shayyad, termasuk orang pilihan kaum muslimin dan sahabat Sa'id bin Al- Musayyab. Imam Malik dan lain-lainnya meriwayatkan hadits dari beliau."

Kemudian Ibnu Hajar menyebutkan sejumlah hadits tentang Ibnu Shayyad sebagaimana akan kami kutip di sini lalu beliau berkata. "Secara garis besar. tidak artinya menyebut Ibnu Shayyad dalam kelompok sahabat. Sebab. kalau dia itu Dajjal, maka sudah barang tentu dia bukan sahabat, karena dia mati kafir; dan kalau Ibnu shayyad itu bukan Dajjal, maka ketika bertemu Nabi saw dia belum masuk Islam.” [Al-lshobah Fi Tamyizish-Shahabah, pada bagian keempat, dalam pembahasan tentang orang yang bernama "Abdullah", juz 3, halaman 133 karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, terbitan As-Sa'adah, Mesir, cetakan pertama. 1328 H.]

Tetapi jika ia masuk Islam setelah itu. maka ia adalah seorang Tabi'i yang pernah melihat Nabi saw sebagaimana dikatakan oleh Adz.-Dzahabi.

Dan di dalam kitabnya Tahdzibut Tahdzib, Ibnu Hajar mengidentifikasi Amarah Ibnu Shayyad dengan mengatakan, "Amaroh bin Abdullah bin Shayyad Al- Anshari Abu Ayyub Al-Madani, meriwayatkan hadits dari Jabir bin Abdullah dan Sa'id bin Al-Musayyab serta Atha' bin Yasar. sedang Adh-Dhahhak bin Utsman dan Imam Malik serta lain-lainnya meriwayatkan hadits dari Amaroj.

Ibnu Ma'in dan Nasai berkata. "Dia seorang kepercayaan." Abu Hatim berkata, " Dia seorang yang shalih haditsnya." Ibnu Sa'ad berkata. "Seorang kepercayaan. dan sedikit hadits yang diriwayatkannya. Dan Malik bin Anas tidak mengunggulkan seorang pun atas dia."

Mereka mengatakan, "Kami adalah putera-putera Usyaihab bin Najjar, lalu mereka terkenal dengan Bani Najjar. Mereka sekarang menjadi kawan setia (mengikat janji setia) dengan Bani Malik bin Najjar, dan tidak diketahui dari keturunan siapa mereka ini." [Tahdzibut-Tahdzib 7: 418, nomor 681]

IHWAL IBNU SHAYYAD
Ibnu Shayyad adalah seorang pembohong besar dan kadang-kadang melakukan praktek tukang tenung, maka adakalanya benar dan adakalanya dusta. Maka tersiarlah kabar di kalangan manusia bahwa dia adalah Dajjal, sebagaimana akan disebutkan dalam pengujian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terhadapnya.


[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]
_________
Foote Note
[1]. Beliau adalah Al-Hafizh Abu Hafsh Umar bin Ahmad bin Utsman bin Syahin Al-Baghdadi, seorang juru nasihat dan ahli tafsir, juga seorang penghafal hadits dan gudang ilmu. Beliau memiliki banyak karya tulis dan kebanyakan dalam bidang tafsir dan tarikh. Beliau wafat pada tahun 385 H. Semoga Allah merahmati beliau. Periksa riwayat hidup beliau dalam Suadzaraatudz-Dzahab 3:117 dan Al-A 'lam 5: 40 karya Az-Zarkali.
[2]. Yang pernah melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam